Belajar Toleransi Beragama dari Muslim Amerika

Toleransi Beragama

Hamza Shakeel Awaizi (16 tahun), seorang pemuda yang tinggal di Kota Amherst, sebuah kota kecil di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, sejak lahir telah memeluk Islam. Ia pun menuturkan tentang indahnya toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di kota kelahirannya tersebut. Hamza yang sedang menjalani program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri AS ini sudah enam bulan tinggal di Indonesia, tepatnya di Kota Kembang, Bandung. Di sela-sela kegiatan belajar antar budaya ini, ia menyempatkan diri untuk bertemu Republika, di Jakarta, akhir pekan lalu. Baca lebih lanjut

6 Manfaat Air untuk Kesehatan Tubuh

Segelas air

Sehat itu mahal. Begitulah kesimpulan yang sering didengar ketika kita sudah sakit. Tubuh manusia sebenarnya memiliki pertahanan sendiri untuk mempertahankan kesehatan. Tapi, pertahanan itu bisa lemah akibat kurangnya ‘perawatan’ orang yang bersangkutan. Padahal, kalau mau merawat dengan ‘telaten’ sebenarnya tidak semahal waktu sudah sakit, bahkan gratis. Minum air putih yang cukup merupakan salah satunya.

Mungkin banyak di antara kita yang kurang memperhatikan manfaat besar air putih. Ketika kita haus atau kepanasan, biasanya langsung minum es. Memang, es dapat mengurangi rasa haus dengan cepat, tetapi cepat hilang juga. Air putih adalah obat kehausan yang paling ampuh.  Di samping itu banyak manfaat-manfaat lain yang sangat penting bagi kesehatan. Baca lebih lanjut

Pencerahan R.A. Kartini; Dari Gelap Menuju Cahaya

R.A. Kartini, Habis gelap terbitlah terang, dari gelap menuju cahaya, min adz-dzulumaati ila an-nur

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?
Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.
Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.
Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella? Baca lebih lanjut

Kemiskinan Struktural

Tempo.co, 19 April 2013

Kejadian yang dialami oleh Tasripin dinilai hanya merupakan puncak gunung es kemiskinan yang ada di Banyumas. Tasripin merupakan korban kemiskinan struktural. “Masih banyak Tasripin lain di Banyumas,” kata Sosiolog Unsoed, Sulyana Dadan, Kamis (18/4).

Ia mengatakan, fenomena Tasripin berhasil diangkat oleh media massa sehingga menjadi perhatian publik. Tak kurang Presiden SBY ikut memantau kasus ini melalui jejaring sosial Twitter. Tasripin, 12 tahun, dari Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, harus menghidupi ketiga adiknya. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya bekerja di Kalimantan. Baca lebih lanjut

Memandang ke bawah, Melihat Mereka yang Sedang Berjuang Mempertahankan Hidup

Di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat, masih banyak orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemandangan kontras sering terlihat di perkotaan. Mereka terus berusaha survive, tidak mau menjadi pengemis. Mereka percaya Tuhan tidak akan membiarkan makhluknya mati kelaparan.

Kisah Tasripin, Bocah12 tahun yang menjadi buruh tani untuk menghidupi keluarganya.

taspirin

Baca lebih lanjut